#
KriminalOrganisasi

Udah Jilid Ketigo! Budak Mahasiswa Labusel Kepung Kajatisu, Desak Perikso Bupati Soal Jembatan 36 M Sampai Jual Beli Jabatan

×

Udah Jilid Ketigo! Budak Mahasiswa Labusel Kepung Kajatisu, Desak Perikso Bupati Soal Jembatan 36 M Sampai Jual Beli Jabatan

Sebarkan artikel ini
Udah Jilid Ketigo! Budak Mahasiswa Labusel Kepung Kajatisu, Desak Perikso Bupati Soal Jembatan 36 M Sampai Jual Beli Jabatan
Gabungan Aliansi Mahasiswa Labusel melakukan Aksi Jilid 3 di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kapolda Sumut pada hari Senin, 6 Juli 2026.

TITIKUTARA NEWS — Memang lah tak bangan lagi nengok tingkah polah oknum-oknum di daerah kito ni, Wak! Kali ini, budak-budak mahasiswa dari Labuhanbatu Selatan (Labusel) lah ponok rasonyo menahan sabar, sampei musti tumpah ruah ke jalanan Kota Medan demi menuntut keadilan biar semuo perkaro ko terang benderang.

Gabungan Aliansi Mahasiswa Labusel mendesak Kajati Sumut perikso Bupati Labusel dan oknum yang terlibat dugaan jual beli jabatan, korupsi pembangunan jembatan 36 M, dan sengaja memperlambat Pilkades.

Aksi tersebut digelar di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kapolda Sumut pada hari Senin, 6 Juli 2026.

Kordinator aksi, Amiruddin Siregar S.H., mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut jangan hanyo omon-omon sajo dan diam macam tak berdayo dalam memberantas korupsi di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang diduga sering terjadi tindakan korupsi oleh pejabat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Aksi ko sudah dilakukan hingga jilid yang ke-3, namun sampai saat ini, Gubernur Sumut, Kejari Sumut, dan Kapoldasu dilingat belom ambiak tindakan tegas, ujar Amiruddin Siregar S.H.

Seharusnya Kajatisu yang baru ko udah saatnyo tampil untok memperlihatkan taringnyo sebagai bentuk komitmen serius dalam memberantas korupsi, bukannyo malah melemah dangan adonyo pergantian Kajatisu baru.

“Kami tidak akan tinggal diam dan akan mengkawal kasus ini hingga tuntas, dan kami siap membawa kasus ini dalam waktu dekat ini sampai ke KPK RI,” ujar Amiruddin Siregar beserta para ketua organisasi daerah Labusel.

Ada 7 tuntutan kami:

  1. Kami dari aliansi gabungan mahasiswa Kabupaten Labuhanbatu Selatan meminta kepada KPK RI agar tak berhenti memeriksa kasus korupsi di Kabupaten Langkat sajo, namun kami menantang KPK RI agar segera mengaudit semuo penghasilan Bupati Labuhanbatu Selatan pasca setelah menjadi bupati selama 1 tahun lebih sesuai peraturan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

  2. Kami meminta Kejaksaan Tinggi Sumut agar memeriksa anggaran pembangunan jembatan besar senilai 36 M di Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan.

  3. Kami meminta tegas terhadap Kapoldasu agar terbuka dan transparansi terhadap dugaan kasus OTT di Dinas Kesehatan Labusel, namun oknum tersebut tidak dinyatakan tersangka dan tidak ada tindak lanjut yang kami lihat secara transparansi.

  4. Meminta Bapak Kejaksaan Tinggi tidak tutup mato agar segera turun langsung memeriksa keseluruhan penganggaran pengadaan buku dan baju sekolah di Dinas Pendidikan Labusel tanpa pandang bulu.

  5. Meminta Bapak Kajari Sumut untok memeriksa dan mengaudit anggaran yang dikeluarkan Pemkab untok 5 kendaraan dinas bagi 5 Kapolsek se-Labuhanbatu Selatan, serta periksa secara keseluruhan paket anggaran yang ada di Pemerintahan Labuhanbatu Selatan.

  6. Perikso dan audit anggaran dana hibah 25 M dari Dinas PUPR Kabupaten Labusel yang menurut kami tak layak, atau masih banyok infrastruktur jalan yang ada di Labuhanbatu Selatan yang masih menjadi keluhan masyarakat, namun adonyo buzzer-buzzer menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap proyek tersebut yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Labusel.

  7. Apabila tuntutan kami atau aksi di jilid 3 ini tidak diakomodir selama 3×24 jam, kami akan melangkah ke depan KPK RI langsung demi kemaslahatan rakyat Labuhanbatu Selatan.

Riuh betol suano di depan gerbang Kejatisu semalam, Wak. Budak-budak mahasiswa ko tak mau lagi diongkoki pake janji-janji manis macam kembang gulo. Menurut pantauan tim kito di lapangan, orasi yang dibawakan bergantian itu sempat mambuat arus lalu lintas merayap macam siput, kareno banyoknyo pengendara yang tumpah ruah ikut menengok aksi heroik budak Labusel ko. Memang lah patut diacungi jempol keberanian budak-budak ni demi membela tanah kelahirannya yang dibilang orang lah ponok pulak dengan dugaan kongkalikong pejabatnya.

Isu soal jembatan Rp 36 Miliar di Kota Pinang itu memang jadi buah cakap yang paling hangat di kedai-kedai kopi belakangan ko. Jembatan yang mustinya jadi kebanggaan dan melancarkan urusan urat nadi ekonomi warga, malah dituding miring kareno anggarannya yang dinilai tak masuk akal sehat. Belom lagi masalah dana hibah Rp 25 Miliar yang diributkan mahasiswa, yang katonyo malah sibuk dipuji-puji oleh gerombolan buzzer di media sosial, padahal aslinyo jalanan di Labusel masih banyok yang kupak-kapik mirip kubangan kerbau pas masok musim hujan.

Pergantian kepemimpinan di tubuh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang masoh seumur jagung ko pun bener-bener diuji sekarang. Masyarakat Sumut, wabilkhusus warga Labusel, kepingin betol menengok apokah Kajatisu yang baru ni punyo taring yang tajam untok menggigit para koruptor, atau malah melempem macam kerupuk masuk angin. Kalau dalam wakto tiga hari ko tak ado jugo respons kelen tengok, bersiap-siap sajolah rombongan budak mahasiswa ko bakal mencarter bus langsung gas ke Jakarta menuju gedung Merah Putih KPK RI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *