TITIKUTARA NEWS — Di tengah banyaknya sorotan soal jalan retak dan parit tumpat di Kota Medan, ada apresiasi hangat datang dari budak-budak mudo kito, Wak! Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPMSU) secara terbuka menyatakan dukungan penuh atas kerja keras Kepala Dinas SDMBK Medan. Mereka menilai hasil kerja di lapangan betul-betul nyata dan tak hanyo sekadar janji manis di atas kertas sajo. Tengok kelen elok-elok penyataan sikap mereka ko!
MEDAN – Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPMSU) menyampaikan dukungan penuh kepada Bapak Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T., selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDMBK) Kota Medan, atas pelaksanaan program kerja serta visi dan misi pembangunan Kota Medan Tahun 2026.
Kami melihat berbagai program dan kegiatan yang telah dikerjakan merupakan bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan kualitas pembangunan, pelayanan, serta infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan.
Baikal Firdaus mengapresiasi langkah dan kinerja Bapak Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T. yang terus mendorong pelaksanaan program secara optimal, serta berharap capaian yang telah dikerjakan dapat terus ditingkatkan dengan mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan kepentingan masyarakat.
Kami mendukung kinerja Kepala Dinas SDMBK Kota Medan dan siap mengawal pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dukungan yang dilayangkan ole budak-budak mahasiswa dan pemuda ko tentu mambuat angin segar di lingkungan Pemko Medan, Wak. Macam mano pulak, Dinas SDMBK ko kan memegang peranan krusial betol dalam membenahi wajah ibu kota Sumatera Utara. Mulai dari urusan pengaspalan jalan yang berlubang, pembenahan drainase penanggulangan banjir, sampai perbaikan jembatan semuanya menumpuk di pundak Pak Khairul Azmi. Kalau tak dipimpin ole orang yang cekatan dan faham lapangan, dapet pening kepalo dibuatnya!
Namun begitu, komitmen dari FPMSU untok siap mengawal pembangunan harus betul-betul dijalankan secara konsisten. Dukungan bukan berarti membabi buta menutup mata dari kekurangan yang ada. Budak-budak mudo musti tetap kritis menengok proyek-proyek drainase atau pembetonan jalan di sudut-sudut Kota Medan agar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan tak asal jadi. Jangan sampai proyek baru selesai seminggu, jalannya lah retak atau paritnya malah makin tumpat diserbu lumpur.
Harapan kito dari redaksi TITIKUTARA NEWS, sinergi antara dinas teknis dan elemen pemuda macam ko dapet terus dipertahankan secara transparan. Kalau birokrasi bekerja profesional dan mahasiswa aktif melakukan pengawasan yang konstruktif, tentulah Kota Medan bakal makin maju, bebas banjir, dan tak ada lagi cerita warga mengeluh gara-gara jalan rusak. Jadi, kito pun dapet berkendara dangan nyaman sambil menikmati suasana kota tanpa raso cemas!












