#
Akademik

Tak Tega Menengok Budak-Budak Belajar di Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat di Sumut dan Sumbar!

×

Tak Tega Menengok Budak-Budak Belajar di Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat di Sumut dan Sumbar!

Sebarkan artikel ini
Tak Tega Menengok Budak-Budak Belajar di Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat di Sumut dan Sumbar!

TITIKUTARA NEWS — Menengok budak-budak sekolah kito yang masoh kepanasan dan kebasahan belajar di dalam tenda pascabencana, hancur betol raso hati ko, Wak! Beruntung kali kito punyo ormas Islam PERSIS yang gerak cepat bergandengan tangan dengan pemerintah pusat untok membangun Ruang Kelas Darurat (RKD). Biar budak-budak kito dapet belajar nyaman dan tak pening lagi kepalonya. Tengok kelen elok-elok aksi kemanusiaan mereka ko!

TAPTENG – Persatuan Islam (PERSIS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana. Bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, PERSIS kembali membangun Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi sejumlah sekolah yang hingga kini masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda.

Pembangunan ruang kelas darurat ini merupakan bagian dari upaya membantu keberlangsungan proses pendidikan bagi para siswa dan guru, sekaligus memberikan tempat belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman di tengah kondisi pascabencana.

Adapun sekolah-sekolah yang mendapatkan pembangunan Ruang Kelas Darurat tersebut berada di beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yaitu:

  1. SDN 057239 Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

  2. SDN 053994 Sei Tualang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

  3. SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

  4. PAUD Bunda Lestari, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

  5. TK Harapan Bunda Maju, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

  6. TK Gembira Ria Simatohir, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

  7. SDN 12 Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

Joko Imawan selaku pelaksana pembangunan RKD ini menyampaikan bahwa program pembangunan RKD ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan di daerah-daerah yang terdampak, sehingga anak-anak tetap dapat memperoleh hak mereka untuk belajar meskipun sarana dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan atau belum dapat digunakan secara normal.

“Bagi PERSIS, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat. Kehadiran ruang kelas darurat bukan hanya menyediakan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian agar semangat belajar para siswa tidak terhenti akibat bencana,” ujar Joko saat meninjau bangunan RKD (1–2 September 2026).

Melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, PERSIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan, khususnya sekolah yang masih menggunakan tenda sebagai tempat belajar.

Semangat gotong royong dan kepedulian bersama diharapkan mampu menghadirkan kembali ruang belajar yang layak, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat.

Langkah nyata yang dibuat ole PERSIS dangan Kemendikdasmen ko betul-betul patut kito beri acungan jempol setinggi langit, Wak. Macam mano pulak, daerah-daerah seperti Besitang di Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, sampai ke Bonjol Pasaman itu kan memang langganan terkena dampak bencana alam. Kalau anak-anak sekolah terlalu lama dibiarkan belajar di dalam tenda darurat dangan hawa panas menyengat dan bocor pas hujan turun, tentulah psikologis dan semangat belajar mereka bakal drop kali.

Hadirnya fasilitas Ruang Kelas Darurat (RKD) ko tak hanyo sekadar memindahkan dinding kain tenda jadi bangunan semi-permanen yang kokoh sajo, tapi juga mengembalikan trauma anak-anak pascabencana. Dengan lingkungan belajar yang lebih bersih, aman dari debu, dan sejuk, budak-budak mudo kito dapet fokus kembali menyerap ilmu dari para guru tanpa perlu risau atap sekolahnya bakal diterbangkan angin kencang.

Harapan kito dari redaksi TITIKUTARA NEWS, semoga sinergi paten antara ormas keagamaan dan pemerintah pusat ko dapet terus berlanjut ke daerah-daerah terisolir lainnya di Sumatera Utara. Biar tak ado lagi anak bangsa yang merasa dikesampingkan hak pendidikannya. Jadi, sembari menikmati kopi hangat di sore hari, kito dapet menengok senyum ceria budak-budak kito kembali bersekolah dangan penuh cita-cita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *