#
Akademik

Dosen UMA Turun Tangan Bangun Generasi Eco-Innovator di SMAN 13 Medan, Ajak Budak Mudo Jago Lingkungan

×

Dosen UMA Turun Tangan Bangun Generasi Eco-Innovator di SMAN 13 Medan, Ajak Budak Mudo Jago Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Dosen UMA Turun Tangan Bangun Generasi Eco-Innovator di SMAN 13 Medan, Ajak Budak Mudo Jago Lingkungan
Tim dosen dari Universitas Medan Area (UMA) sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengusung misi membangun generasi eco-innovator melalui edukasi inovasi hijau di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Medan baru-baru ini.

TITIKUTARA NEWS — Menghadapi perkaro bumi yang makin tenat kareno pemanasan global ko, memang lah budak-budak mudo kito musti dibekali ilmu yang paten, Wak! Jangan hanyo pandai main hape sajo, tapi musti peduli pulak tengok lingkungan sekitar. Nah, untok itulah para dosen dari Universitas Medan Area (UMA) langsung turun gunung ke SMAN 13 Medan mambuat gebrakan edukasi hijau yang mantap betol. Tengok kelen macam mana serunya acaro mereka ko!

MEDAN – Tim dosen dari Universitas Medan Area (UMA) sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengusung misi membangun generasi eco-innovator melalui edukasi inovasi hijau di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Medan baru-baru ini.

Kegiatan inovatif ini dirancang khusus untok menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus merangsang kreativitas para siswa dalam menciptakan solusi-solusi hijau yang ramah lingkungan demi keberlanjutan masa depan.

Dalam program edukasi tersebut, para dosen UMA memberikan pembekalan materi yang mendalam mengenai pentingnya konsep keberlanjutan, pengelolaan sampah yang bernilai guna, serta pemanfaatan teknologi hijau yang sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah, wabilkhusus Kepala SMAN 13 Medan beserta jajaran guru, menyambut hangat dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif cerdas yang dibawa oleh civitas akademika UMA ko demi kemajuan anak didiknya.

Para dosen UMA menekankan bahwa tantangan krisis lingkungan di era modern ko tak dapet lagi diselesaikan dengan cara-cara lama. Oleh karena itu, sekolah dinilai sebagai tempat yang paling strategis untok menanamkan pola pikir green innovation sejak dini.

Melalui pendekatan praktis dan interaktif, para siswa diajak untok mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan yang ada di sekitar mereka, lalu merumuskan ide-ide inovatif untuk mengatasi masalah tersebut menggunakan prinsip kerja hijau.

Program kemitraan edukasi ko diharapkan tak hanyo berhenti sampai di sini saja, melainkan dapet terus bergulir dan diadopsi secara konsisten guna mencetak lebih banyak agen perubahan yang peduli pada kelestarian bumi di Sumatera Utara.

Langkah yang dibuat sama dosen-dosen UMA ko memang paten kali dan patut diacungi jempol, Wak. Macam mano pulak, Kota Medan ko kan sering kali menghadapi perkaro banjir dan tumpukan sampah yang tak berkesudahan di sudut-sudut jalan. Kalau budak-budak mudo di sekolah lah dibiasakan berpikir kreatif untok mendaur ulang sampah atau mambuat inovasi hijau yang ramah lingkungan, tentulah beban lingkungan kito di maso depan dapet berkurang banyok.

Pantauan di lokasi acaro kemarin, budak-budak SMAN 13 Medan ko nampak antusias betol saat sesi praktik. Ado yang sibuk merancang konsep pengolahan limbah plastik, budak perempuan sibuk pulak mambuat ide kompos, sampai ado yang kepikiran mambuat alat penyaring air sederhana. Semangat macam ko lah yang kito cari, jadi waktu mereka di sekolah tak hanyo habis untok menghafal rumus di papan tulis sajo, tapi dapet ilmu nyata yang langsung bermanfaat untok bumi tempat kito berpijak.

Harapan kito dari redaksi, kampus-kampus lain di Medan pun ikut latah mambuat kegiatan serupa di sekolah-sekolah pinggiran. Biar makin merata virus kebaikan ko menyebar ke seantero Sumut. Jadi, budak mudo kito tak cuma asyik meracik kisah sambil minum kopi di kafe-kafe estetik sajo, tapi juga pandai meracik inovasi hijau yang mambuat kota kito tercinta ko makin bersih, asri, dan sedap dipandang mata!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *