#
AkademikPemerintah

Wamen Dikdasmen RI Beserta Ketum PP PERSIS Resmikan Ruang Kelas Darurat di Tapteng, Pastikan Budak Sekolah Tak Terlantar Pasca Banjir

×

Wamen Dikdasmen RI Beserta Ketum PP PERSIS Resmikan Ruang Kelas Darurat di Tapteng, Pastikan Budak Sekolah Tak Terlantar Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini
Wamen Dikdasmen RI Beserta Ketum PP PERSIS Resmikan Ruang Kelas Darurat di Tapteng, Pastikan Budak Sekolah Tak Terlantar Pasca Banjir
Wamen Dikdasmen RI , Prof. Atip Latipul Hayat, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Ketua Umum PP PERSIS, K.H. Dr. Jeje Zainuddin, M.Ag., meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

TITIKUTARA NEWS — Keren kali gerak cepat pemerintah bareng ormas Islam ko, Wak! Tak mau menengok budak-budak mudo kito di Tapanuli Tengah makin merana dan tertinggal pelajaran gara-gara sekolahnya diterjang banjir badai, Wamen Dikdasmen RI langsung turun tangan bareng Ketum PP PERSIS. Mereka tak sekadar datang melawat sajo, tapi langsung meresmikan ruang kelas baru biar anak-anak dapet sekolah dangan tenang. Tengok kelen elok-elok kabarnyo ko!

TAPANULI TENGAH – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipul Hayat, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), K.H. Dr. Jeje Zainuddin, M.Ag., meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Dalam kunjungan tersebut, keduanya meresmikan penggunaan ruang kelas darurat sebagai bentuk komitmen pemerintah dan PERSIS dalam menjamin keberlangsungan pendidikan bagi para siswa terdampak bencana.

Kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari itu turut didampingi Ketua Pengurus Wilayah (PW) PERSIS Sumatera Utara sekaligus Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, K.H. Muhammad Nuh, M.SP. Rombongan disambut oleh jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.

Ruang kelas darurat yang diresmikan berlokasi di SMP INSANI Sorkam. Fasilitas tersebut dibangun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bekerja sama dengan PERSIS sebagai upaya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sekolah mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

Ketua PW PERSIS Sumatera Utara, K.H. Muhammad Nuh, M.SP., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, kehadiran ruang kelas darurat merupakan solusi nyata agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terjamin.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran ruang kelas darurat ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD PERSIS Kota Medan sekaligus Koordinator Tim Pembangunan Ruang Kelas Darurat Sekolah Terdampak Bencana, Joko Imawan, S.Pd.I., M.M., menjelaskan bahwa kolaborasi antara PERSIS dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan di berbagai daerah terdampak bencana.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah berhasil dibangun 7 ruang kelas darurat yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, pembangunan 18 ruang kelas darurat lainnya sedang berlangsung di Kabupaten Langkat, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, dan selanjutnya akan dilanjutkan di Kabupaten Pasaman.

Program pembangunan ruang kelas darurat ini diharapkan mampu menjadi solusi cepat dalam menjaga keberlangsungan proses pendidikan di daerah terdampak bencana sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri menegaskan bahwa pembangunan ruang kelas darurat harus menjadi solusi sementara sebelum dibangun gedung sekolah yang permanen.

“Ruang kelas darurat ini harus segera dipermanenkan agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan memperoleh lingkungan belajar yang layak. Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh fasilitas yang memadai,” ujar Wakil Menteri.

Langkah sigap dari Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latipul Hayat dan Ketum PP PERSIS KH. Jeje Zainuddin ko patut kito acungi dua jempol, Wak. Macam mano pulak, bencana banjir yang melanda kawasan Sorkam dan sekitarnya di Tapanuli Tengah ko sempat mambuat aktivitas sekolah lumpuh total. Buku-buku pelajaran basah kuyup, meja kursi hanyut, dan ruang kelas dipenuhi lumpur pekat. Kalau tak cepat dibangunkan ruang kelas darurat macam ko, pastilah budak-budak kito bakalan makin stress dan trauma di rumah.

Kolaborasi dan sinergi apik antara Kementerian Pendidikan dan ormas keagamaan PERSIS yang dikomandoi Joko Imawan ko membuktikan kalau urusan pendidikan anak bangsa tak dapet cuma dibebankan pada satu pihak sajo. Keberhasilan mendirikan 7 ruang kelas darurat dangan target tambahan 18 unit lagi di Langkat hingga Pasaman ko menjadi bukti kalau gotong royong warga dangan pemerintah masih sangat kuat dan paten betol di Sumatera Utara.

Harapan kito dari redaksi TITIKUTARA NEWS, janji Pak Wamen untok menuntaskan pembangunan gedung sekolah permanen tak lama lagi betul-betul diwujudkan dan tidak terhenti di janji manis sajo. Fasilitas pendukung seperti komputer, buku perpustakaan, hingga sanita air bersih pun musti diisi penuh. Biar budak-budak mudo kito di pesisir Tapanuli Tengah dapet kembali mengukir cita-cita mereka dangan senyum lebar tanpa perlu cemas kebanjiran lagi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *