TITIKUTARA NEWS — Menengok nasib para petani kito di Tanah Karo yang sering kali pening kepalo kareno harga pupuk mahal dan permainan tengkulak, ada kabar paten datang dari ibu kota negara, Wak! Bupati Karo langsung terbang menemui Menteri Koperasi demi mengubah nasib petani dan pelaku UMKM biar tak konvensional lagi dan dapet naik kelas lewat ekosistem modern. Tengok kelen elok-elok hasil pertemuan mereka ko!
Jakarta – Sebagai upaya mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melakukan audiensi resmi dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).
Pertemuan strategis ini berfokus pada sinkronisasi program pusat-daerah untuk menyulap komoditas unggulan Kabupaten Karo ke dalam ekosistem koperasi modern yang kompetitif. Sebagai salah satu sentra pertanian hortikultura terbesar di Sumatera Utara, Kabupaten Karo memiliki komoditas strategis seperti sayur-mayur, buah-buahan, kopi, hingga industri ekonomi kreatif.
Bupati Karo menegaskan bahwa potensi besar ini memerlukan hilirisasi dan tata kelola kolektif yang kuat agar nilai tambahnya langsung dirasakan oleh masyarakat dan petani lokal.
“Audiensi ini bertujuan membangun sinergi yang konkret dengan Kementerian Koperasi. Kami ingin menyelaraskan program pemberdayaan agar koperasi di Kabupaten Karo tidak lagi konvensional, melainkan tumbuh menjadi lembaga profesional yang mandiri, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital,” ujar Bupati Karo.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut direspon positif oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono. Pihak kementerian berkomitmen penuh memberikan pendampingan komprehensif bagi Pemerintah Kabupaten Karo, mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembiayaan usaha koperasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Karo.
Selain modernisasi koperasi pertanian, audiensi ini juga mematangkan strategi pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) daerah. Melalui model bisnis koperasi modern, para pelaku usaha mikro di Karo diharapkan dapat memperluas akses pasar nasional maupun internasional secara kolektif.
Diakhir pertemuan, Bupati Karo secara langsung menyerahkan undangan kepada Menteri Koperasi untuk bersedia menghadiri agenda tahunan pariwisata kebanggaan daerah, yaitu Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2026. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Taman Mejuah-juah, Berastagi, sebagai panggung utama promosi investasi, produk UMKM, dan komoditas unggulan Karo.
Dalam kunjungan kerja ini, Bupati Karo turut didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Juni Antomi Kemit, S.STP, M.Si, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Sanusi Bardena Sembiring, S.STP, MA, Tokoh Masyarakat Karo Hery Sebayang, serta pelaku ekonomi kreatif Jack Ricardo Brahmana.
Melalui kolaborasi erat ini, Pemerintah Kabupaten Karo optimis penataan ekosistem koperasi yang matang akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kesejahteraan petani, pelaku ekonomi kreatif, serta menaikkan kelas UMKM daerah secara berkelanjutan. (Akorta/Diskom)
Langkah gerak cepat yang dibuat sama Bupati Antonius Ginting ko memang patut kito acungi jempol tinggi-tinggi, Wak. Macam mano pulak, komoditas hortikultura dari Tanah Karo seperti jeruk Berastagi, cabai, dan sayur-mayur selamo ko dibilang orang lah merajai pasar di Sumatera Utara, bakhkan sampai menembus pasar Batam dan Singapura. Namun sayangnya, keuntungan besar sering kali hanyo dinikmati oleh para mafia pasar, sedangkan petani kito di ladang masoh sajo gigit jari menanggung modal yang besar.
Dengan dibentuknya koperasi modern berbasis digital nanti, budak-budak petani tak usah lagi cemas diongkoki oleh tengkulak nakal. Koperasi dapet langsung memotong rantai pasok yang panjang itu, jadi harga jual dari ladang dapet tetap tinggi dan stabil. Ditambah pulak dangan rencana hilirisasi produk, mako buah dan sayur yang melimpah tak bakalan terbuang sia-sia pas musim panen raya tiba kareno dapet diolah lagi menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.
Selain itu, momen penyerahan undangan Festival Bunga dan Buah Karo 2026 ko dinilai pas betol, Wak. Acara tahunan yang diadakan di Taman Mejuah-juah Berastagi akhir Juli nanti dipastikan bakal dibanjiri ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran Menkop Ferry Juliantono nanti diharapkan tak hanyo sekadar seremonial gunting pita sajo, melainkan dapet membawa angin segar berupa kucuran dana segar dan program pusat untok menyokong budak-budak pelaku UMKM lokal biar produknya makin berkibar di pasar internasional!












