#
Pemerintah

Bahas Data Bareng BPS dan Dinsos Labusel, Senator M Nuh: Cegah Anggaran Zonk dengan Data Paling Update!

×

Bahas Data Bareng BPS dan Dinsos Labusel, Senator M Nuh: Cegah Anggaran Zonk dengan Data Paling Update!

Sebarkan artikel ini
Sensus Ekonomi Lah Dimulai! Senator M. Nuh Sambangi BPS Labusel, Ingatkan Jangan Asal Tembak Data, Wak!
Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), KH. Muhammad Nuh, MSP, melakukan kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Jum'at (17/6).

TITIKUTARA NEWS — Menengok data kemiskinan dan ekonomi di daerah kito ko, kadang banyok kali yang tak cocok di lapangan, kan Wak? Nah, untok memastikan segalo data itu valid dan tak meleset, anggota DPD RI dari Sumut langsung turun gunung menengok proses sensus di Labusel. Jangan sampei pulak ado petugas yang malas lalu main tembak data dari atas meja!

Labuhanbatu Selatan – Dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Inpres No.4 Tahun 2025 Tentang Pembangunan Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), KH. Muhammad Nuh, MSP, melakukan kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Jum’at (17/6).

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja Komite IV DPD RI yang fokus pada isu-isu keuangan dan pembangunan daerah. Salah satu tujuan utama kunjungan adalah untuk memperoleh informasi statistik terkini terkait kondisi sosial, ekonomi, serta data-data indikator strategis lainnya.

Dan saat ini sedang berlangsung Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di seluruh Indonesia yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik. Pendataan ini dilakukan dari pintu ke pintu (door to door) oleh petugas resmi sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala Kantor BPS Labuhanbatu Selatan Zainal Arifin Bersama Kepala Dinas Sosial Pemkab Labusel Cintra Isabella Simbolon menyambut Senator M. Nuh beserta rombongan, Dalam pertemuan ini Senator M.Nuh menegaskan pentingnya penggunaan data statistik yang valid dan mutakhir dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan data yang akurat, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran.

“Data yang dihasilkan BPS sangat penting sebagai rujukan dalam proses legislasi maupun pengawasan yang dilakukan oleh DPD RI. Dan kita harus bersinergi, termasuk mengampanyekan literasi Sadar Data di tengah masyarakat, Karena ingin kebijakan yang disusun pusat, harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah” ujar Muhammad Nuh.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar sinergi antara DPD RI dan BPS terus ditingkatkan, khususnya dalam hal penyediaan data yang relevan dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan. Selain itu, peningkatan literasi data bagi pengambil kebijakan juga menjadi poin penting yang disorot dalam kunjungan tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Labusel menyambut baik kunjungan ini dan menyampaikan apresiasinya atas perhatian DPD RI terhadap peran statistik dalam pembangunan. Dalam kesempatan itu, BPS memaparkan sejumlah indikator utama pembangunan di Labusel serta tantangan dan peluang dalam upaya peningkatan kualitas data statistik daerah.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam membangun koordinasi yang lebih kuat antara lembaga legislatif dan institusi penyedia data, demi mendukung proses pembangunan daerah yang lebih inklusif, efisien, dan berbasis pada kondisi nyata masyarakat. (Red)

Kelen tengoklah elok-elok, Wak. Mulai pertengahan Juni sampai akhir Agustus nanti, bakalan banyok petugas sensus yang hilir-mudik mengetok pintu rumah kelen di Labusel. Jadi, kalau ado petugas resmi pake tanda pengenal datang, tolong lah disambut dengan ramah, jangan pulak kelen lepaskan anjing atau kelen gembok pagar rapat-rapat. Kasih data yang jujur dan apo adonyo, jangan pulak rumah lah gedong berkeramik mengkilap tapi pas ditanya mengaku miskin demi dapet bantuan beras bantuan sosial.

Urusan data tunggal DTSEN ko memang krusial betol untok masa depan pembangunan di tanah kelahiran kito. Selamo ko, banyok warga di pelosok Labusel menjerit kareno bantuan sosial dari pemerintah sering salah sasaran—yang kayo makin buncit perutnyo, yang miskin malah gigit jari tak dapet apo-apo. Dengan adonyo pengawasan langsung dari Senator M. Nuh ko, kito harap dinas sosial dan BPS bisa betul-betul sinkron, tak jalan sendiri-sendiri macam orang merajuk.

Tantangan geografis di Labusel ko pun tak main-main, banyok dusun-dusun terpencil yang musti dilewati lewat jalan tanah kupak-kapik dan kebun sawit yang luas betol. Makonyo, salut kito tengok para petugas sensus yang rela becek-becek di lapangan demi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ko. Semoga lelah budak-budak petugas ko terbayar dengan hasil data yang paten dan akurat, biar pembangunan di Labusel ke depannya makin merata dan mantap!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *