TITIKUTARA NEWS — Menghadapi zaman yang makin canggih dan penuh fitnah medsos ko, memang lah musti kuat benteng pertahanan kito, Wak! Biar tak gampang diadu domba orang, para ustadz dan dai kito di Deli Serdang dikumpulkan untok disegarkan kembali pemahamannya soal pilar-pilar kebangsaan. Tengok elok-elok macam mana rincian kegiatannya ko!
DELI SERDANG – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), K.H. Muhammad Nuh, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Deli Serdang dan diikuti oleh para ustadz serta dai di wilayah setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, K.H. Muhammad Nuh menyampaikan materi mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para juru dakwah tentang nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.
MPR RI memandang bahwa para dai yang tergabung dalam IKADI memiliki peran strategis dalam memperkokoh pemahaman Empat Pilar di tengah masyarakat. Kerja sama antara MPR RI dan IKADI dinilai mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam keempat pilar tersebut.
Para peserta menyambut antusias kegiatan ini, mengingat pentingnya peran ustadz dan dai dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan nilai luhur bangsa dan karakter masyarakat madani.
K.H. Muhammad Nuh menekankan bahwa tantangan kebangsaan di era digital kian kompleks, terutama dengan maraknya polarisasi dan penyebaran informasi keliru di ruang publik. Oleh karena itu, para dai diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan moral sekaligus edukator yang menyejukkan, mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan yang moderat dengan semangat nasionalisme demi menjaga keutuhan NKRI.
IKADI Deli Serdang dinilai memiliki jaringan yang menyentuh langsung akar rumput melalui majelis taklim, khotbah Jumat, dan kajian rutin. Dengan pembekalan materi Empat Pilar ini, pesan-pesan persatuan dan toleransi diharapkan dapat terdistribusi secara masif, terstruktur, dan efektif ke berbagai lapisan masyarakat di Sumatera Utara.
Melalui kemitraan strategis ini, Pemkab Deli Serdang dan tokoh masyarakat setempat turut menyampaikan apresiasi yang tinggi. Langkah ini dipandang sebagai momentum krusial untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus ukhuwah watanitah, guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Deli Serdang dan sekitarnya.
Langkah menggandeng para dai ko dinilai paten betol, Wak. Macam mano pulak, di Deli Serdang ko kan masyarakatnyo heterogen, ramah, dan agamais. Kalau ceramah-ceramah di masjid, mimbar jumat, dan pengajian dikemas dangan bumbu cinta tanah air yang menyejukkan dada, pastilah tak ado lagi tempat untok paham radikal atau ujaran kebencian tumbuh subur. Budak-budak mudo yang selamo ko pening denger hoaks di medsos pun dapet pencerahan yang lurus dari para ustadz kito.
Senator M. Nuh yang memang lah banyok makan asam garam di dunia dakwah dan legislatif ko paham betol kalau pilar negara ko tak boleh hanyo jadi hafalan di atas kertas sajo. Musti dibumikan, wabilkhusus lewat lisan para dai yang suaranya didengar langsung oleh jemaah di akar rumput. Di era serba digital ko, kalau tak pandai-pandai kito merawat persatuan, gampang kali kito dipecah belah hanyo kareno urusan beda pilihan politik atau paham keagamaan.
Dukungan penuh dari Pemkab Deli Serdang pun mengalir deras untok kegiatan macam ko. Harapan kito semuo, setelah penataran ko selesai, para dai IKADI makin gencar turun ke dusun-dusun menularkan virus perdamaian dan kerukunan. Biar Deli Serdang tetap aman, damai, dan kondusif, jadi kito pun enak mencari nafkah dan meracik kisah sambil menikmati kopi hangat setiap hari tanpa raso cemas!










